Daripada Kabinet Pemerintah, Sandiaga Uno Lebih Memilih Menjadi Ini
Lebih tertarik dalam membina ekonomi kreatif yang dimotori oleh generasi muda jika dibandingkan dengan masuk dalam kabinet pemerintah baru itu lah yang saat ini Sandiaga Uno inginkan.
Saat menjawab informasi yang beredar bahwa dirinya itu akan masuk dalam kabinet kerja pemerintah presiden terpilih yang baru lahh Sandiaga Uno mengatakan hal tersebut.
"Saya melihat bahwa tugas untuk membina para pengusaha seperti yang tergerak di bidang yang ada di Jaringan Pengusaha Nasional ini yang kita butuhkan untuk menciptakakan lapangan kerja baru," kata Sandiaga saat ditemui di Medan, Sumatera Utara, Minggu (8/9/2019).
Menyebabkan banyak investasi yang semestinya masuk ke Indonesia justru kabur dan lebih tertarik masuk ke negara yang lain terkait dengan pengelolaan dan pembinaan yang belum tersentuh dari hulu hilir itu, tungkas Sandi.
"Karena sekarang ini banyak investasi lari dari Indonesia. Investasi yang semestinya masuk ke Indonesia malah justru larinya ke Vietnam dan Bangladesh. Kita butuh pendekatan out of the Box," ungkapnya.
Agar hal tersebut tidak lagi terjadi, lanjut Sandi, pemerintah harus memberikan kepastian daripada hanya menelurkan paket-paket. Mulai dari kepastian kepada pelaku usaha maupun para investor.
"Kita butuh bagaimana, bukan hanya menelorkan paket-paket tapi justru menghadirkan kepastian. Mulai dari kepastian usaha, kepastian ketenagakerjaan kepastian juga berkaitan dengan pajak dan lain sebagainya," ujarnya.
Selain itu, Sandi juga khawatir terkait kebijakan pemerintah yang menurunkan capaian angka pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dirinya berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan regulasi seperti merevisi Undang-undang Ketenagakerjaan yang lebih berpihak kepada pekerja danbpajak yang tidak membebankan pengusaha.
"Pemerintah baru saja merevisi pertumbuhan lebih rendah lagi, saya khawatir. Tapi kalau kita semua bersatu padu dalam menyelesaikan permasalahan yang di perlukan, seperti menurunkan pajak, menyelesaikan revisi Undang-undang ketenagakerjaan," pungkasnya.
Sumber: akurat.co

Comments
Post a Comment